“Tahu Gejrot Bang Jack - Kebayoran Lama”
Bagi anda penggemar makanan pedas khususnya tahu gejrot pasti sudah tidak asing lagi dengan tahu gejrot yang satu itu. Yap Tahu gejrot hitz bang jack, terletak di depan pom bensin kebayoran lama Jakarta selatan. Tempat yang terlihat seperti tidak pernah habis pengunjung itu memang mempunyai kekhususan sendiri di hati pelanggan. Disamping harganya yang pas bagi kalangan menegah, tahu gejrot ini memiliki rasa yang enak dan juga terkenal dengan rasa pedasnya. Bagaimana tidak, untuk level sedang saja penjual bisa menghabiskan 20 cabe rawit. sungguh jumlah yang fantastis kan?...
Karena lokasinya yang berada di pinggir jalan jadi otomatis banyak kendaraan yang lalu lalang tapi itu tidak membuat pembeli khawatir. Mereka tetap menikmati kelezatan tahu gejrot itu. Beragam pesanan dengan tingkatan cabai ramai dipesan. Tertinggi tahu gejrot Bang Jack melayani hingga 100 cabai. Dengan sigap pesanan itu langsung dibuatkan. Cabai 100 itu diulek kemudian ditambahkan gula jawa lalu kuah tahu gejrot dicampurkan ke dalam ulekan itu. Setelah itu, baru disiramkan ke tahu yang sudah disiapkan.
Tahu gejrot yang dipesan seperti tumpukan cabai yang berkuah. Tak terlihat ada tahu di dalamnya. Rasanya sangat pedas. Kuahnya masih terasa asam dan manis meski cabainya menumpuk. Ditambah dengan kerupuk dan keripik tempe menambah sensasi kelezatan tahu gejrot tersebut.
Sebelum berdagang tahu gejrot, bang Jack menjual apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun sekarang dari tahu gejrot tersebut, Bang Jack bisa meraup omzet Rp 8-10 juta per hari. Lebih jauh dia menuturkan, dalam sehari usahanya itu menghabiskan sekitar 20kg cabai rawit. Cabai rawit untuk tahu gejrot itu campuran antara cabai rawit merah dan hijau.
Kendati saat ini harga cabai tengah melonjak tinggi, Bang Jack tak menaikkan dagangannya terlalu tinggi hanya Rp 2 ribu. Awalnya harga satu porsi tahu gejrot Rp 8 ribu. Lantaran ada kenaikan cabai, dia menaikkan menjadi Rp 9 ribu. Namun ternyata harga Rp 9 ribu tidak mendapatkan untung. Akhirnya bang Jack terpaksa membulatkan harga menjadi Rp 10 ribu per porsi. Tapi meski harga Rp 10 ribu pengunjung tetap ramai seperti biasa.
Menurut pria asal Pekalongan ini, pengeluaran terbesar adalah cabai. Sebab tahu, minuman, kerupuk, keripik tempe itu titipan dari orang. Tahu sendiri diantar langsung dari pabriknya. Sehari bisa menghabiskan sekitar 15 keranjang atau 1000 porsi tahu gejrot.
Tahu gejrot Bang Jack buka dari jam 12.00 WIB hingga 00.00 WIB. Dalam menjalankan usahanya itu, Bang Jack dibantu sekitar enam karyawan. Empat orang bertugas mengulek, dua orang mencuci piring dan satu sebagai kasir. Para karyawan pun digaji sekitar Rp 200-300 ribu per hari.
untuk urusan membuat kuah itu dimasak sendiri oleh bang Jack. Sebab bang Jack paling tau takaran pas untuk kuah tersebut. Sama seperti kuah tahu gejrot yakni asam Jawa, kecap dan gula merah. Tapi gula merah dicampur manual saat mengulek cabai dan bawang putih.
Dalam kuahnya tidak memakai cuka. Rasa asam itu murni dari asam Jawa. Hanya dalam merebus kuah, bang Jack selalu menunggu hingga benar-benar matang. Jadi perbedaan tahu gejrot Bang Jack dengan yang lain terletak pada kuahnya yang kental pekat tanpa asam cuka.





