“Cara Memasak Kentang yang Benar”
Kentang adalah salah satu sumber karbohidrat yang lazim dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh belahan dunia sejak jaman dahulu. Meski akhir-akhir ini ada sebagian pelaku diet yang tidak merekomendasikan kentang sebagai salah satu sumber makanannya karena dianggap sebagai sumber karbohidrat cukup tinggi. Tetapi kandungan gizi yang terdapat pada kentang tak dapat dianggap remeh.
Kandungan gizi kentang terdiri dari nutrisi makro maupun mikro. Nutrisi makro adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar misalnya karbohidrat, lemak, dan protein. Sedangkan nutrisi mikro berarti nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit, misalnya vitamin dan mineral.
* Nilai Nutrisi Pada Kentang
Berikut nilai nutrisi yang terkandung dalam 100gr (kentang mentah)
Kalori (kcal) 76
Jumlah Lemak 0,1 g
Lemak jenuh 0 g
Lemak tak jenuh ganda 0 g
Lemak tak jenuh tunggal 0 g
Kolesterol 0 mg
Kalium 421 mg
Karbohidrat 17 g
Serat pangan 2,2 g
Gula 0,8 g
Protein 2 g
Vitamin A 2 IU
Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 12 mg
Zat besi 0,8 mg
Vitamin D 0 IU
Vitamin B6 0,3 mg
Vitamin B12 0 µg
Magnesium 23 mg
Kulit kentang banyak mengandung serat. Kentang mengandung pati dan serat yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar dan berfungsi untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan. Pati pada kulit kentang juga bermanfaat dalam mengontrol gula darah.
Kentang juga mengandung anti oksidan yang dapat mencegah radikal bebas. Protein yang terdapat pada kentang kergolong sedikit yakni hanya 1-1.5% pada kentang segar dan 8-9% pada saat kering. Namun kandungan peroten yang sedikit ini merupakan protein tingkat tinggi yang dapat membantu tubuh dalam pembentukan otot, tulang, sel darah, rambut dan kulit.
Agar bisa mendapat manfaat maksimal dari nutrisi Kentang, kita juga harus memperhatikan cara mengolah kentang. Tanpa pengolahan yang baik, nutrisi yang terdapat pada kentang akan rusak. Cara terbaik dalam mempertahankan nutrisinya adalah dengan cara merebusnya.
* Berikut cara mengolah kentang yang benar agar kandungan nutrisinya bisa dipertahankan secara optimal.
- Pilih kentang yang masih segar.
Apabila Anda igin merebusnya, pilih kentang dengan kandungan getah lebih banyak. Kentang yang mengandung getah lebih banyak juga mengandung kadar air lebih banyak, sementara kadar patinya lebih rendah. Keunggulan tersebut membuat jenis ini akan tetap terjaga bentuknya ketika direbus.
- Cuci bersih kentang dari kotoran atau tanah yang menempel
Cucilah kentang dengan air mengalir dan gosok kulitnya perlahan hingga bersih. Anda dapat menggunakan spon atau sikat lembut supaya kulit kentang tidak rusak.
- Rebus kentang dengan waktu yang pas
Panaskan air dalam panci, dan rebus kentang sekitar 15 hingga 25 menit dalam air mendidih. Lakukan pemeriksaan apakah kentang sudah lunak atau belum. Caranya cukup tusuk kentang dengan pisau atau garpu. Apabila dirasa sudah lunak dan kulitnya masih terlihat kencang, sebaiknya angkat dan tiriskan.
Jika Anda mendapatkan kentang dengan jenis yang memiliki banyak pati, sebaiknya dikupas terlebih dahulu kemudian dipotong dadu agak besar. Dipotong sebagai antisipasi agar kentang tidah hancur. Waktu yang dibutuhkan cukup 15 hingga 20 menit saja. Angkat segera jika terlihat tanda-tanda kentang hendak hancur.
Meski kita sudah mengolahnya dengan cara yang benar, namun kita juga harus memperhatikan cara penyajian dan mengkonsumsi secara benar agar nutrisi tetap terjaga. Kentang baik di konsumsi selagi masih hangat karena kentang yang sudah dingin mengandung kadar pati yang lebih tinggi.
Demikianlah tips kita hari ini, semoga bermanfaat





