“Luka Yang Tak Terlihat”
*MERAWAT LUKA*
Seseorang yang dalam dirinya masih memiliki banyak *"luka"*, akan terlihat dari hobbynya yang
*senang melukai dirinya sendiri dan orang lain* dengan kata-kata penghakiman, yang penuh sumpah serapah, kasar, kotor, kutukan, umpatan, hujatan, dan jenis kata-kata yang menyakitkan lainnya..
Mengenali luka-luka yang masih *"menganga"* dalam diri, lalu *merawatnya* dengan cara terus membanjiri ruang hati dengan welas asih, adalah *"penyembuh"* luka yang paling efektif..
Welas Asih itu bisa berupa :
-Memaafkan diri sendiri dan orang lain, *tanpa tapi*..
- Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, *tanpa syarat*..
- Menerima apa adanya diri sendiri, dan orang lain, *tanpa melekat*..
- Mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain *tanpa pamrih*..
- *Ridho* dengan segala peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu..
- *Bersyukur* dengan segala peristiwa yang terjadi hari ini..
- *Ikhlas* dengan segala peristiwa yang belum terjadi dimasa depan..
Sebab, Seberapa hebat seseorang *menutupi lukanya*, dan seberapa pandai seseorang *berpura-pura* tidak memiliki luka..
Kehidupannya lah yang akan bercerita dengan jujur, bahwa ia memiliki banyak *"luka"*..
Sudah tak terbilang, berapa banyak orang kehidupan gemilang, ketika ia *sudah memaafkan*..
Sudah tak terbatas, berapa banyak orang yang hidupnya senantiasa dipenuhi keajaiban, ketika ia *sudah mengikhlaskan*..
Sudah tak terhitung, berapa banyak orang yang hidupnya selalu berlimpah keberuntungan, ketika "luka" hatinya *sudah tersembuhkan*..
Pertanyaannya, "Sampai kapan anda terus *menyiksa diri*, dengan *mengorek-ngorek* luka yang lama, menambah jumlah luka, dengan membuat luka-luka yang baru?" Mari Berubah





