“Luka Yang Tak Terlihat”


*MERAWAT LUKA*

Seseorang yang dalam dirinya masih memiliki banyak *"luka"*, akan terlihat dari hobbynya yang

*senang melukai dirinya sendiri dan orang lain* dengan kata-kata penghakiman, yang penuh sumpah serapah, kasar, kotor, kutukan, umpatan, hujatan, dan jenis kata-kata yang menyakitkan lainnya..

Mengenali luka-luka yang masih *"menganga"* dalam diri, lalu *merawatnya* dengan cara terus membanjiri ruang hati dengan welas asih, adalah *"penyembuh"* luka yang paling efektif..

Welas Asih itu bisa berupa :

-Memaafkan diri sendiri dan orang lain, *tanpa tapi*..

- Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, *tanpa syarat*..

- Menerima apa adanya diri sendiri, dan orang lain, *tanpa melekat*..

- Mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain *tanpa pamrih*..

- *Ridho* dengan segala peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu..

- *Bersyukur* dengan segala peristiwa yang terjadi hari ini..

- *Ikhlas* dengan segala peristiwa yang belum terjadi dimasa depan..

Sebab, Seberapa hebat seseorang *menutupi lukanya*, dan seberapa pandai seseorang *berpura-pura* tidak memiliki luka..

Kehidupannya lah yang akan bercerita dengan jujur, bahwa ia memiliki banyak *"luka"*..

Sudah tak terbilang, berapa banyak orang kehidupan gemilang, ketika ia *sudah memaafkan*..

Sudah tak terbatas, berapa banyak orang yang hidupnya senantiasa dipenuhi keajaiban, ketika ia *sudah mengikhlaskan*..

Sudah tak terhitung, berapa banyak orang yang hidupnya selalu berlimpah keberuntungan, ketika "luka" hatinya *sudah tersembuhkan*..

Pertanyaannya, "Sampai kapan anda terus *menyiksa diri*, dengan *mengorek-ngorek* luka yang lama, menambah jumlah luka, dengan membuat luka-luka yang baru?" Mari Berubah

BACA JUGA

Cinta Dalam Secangkir Kopi

Jam dinding menunjukan pukul 4 pagi. Safira segera beranjak dari tempat tidur. kamarnya masih gelap. Lamat-lamat dilihatnya Bagas masih terlelap dalam mimpi.

Aku Juga Cantik

Jam dinding menunjukan tep.at pukul 10.00. Kayla masih sibuk di depan cermin sambil meneliti setiap detail tampilan tubuhnya.

Pasir dan Batu

Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang, dan melupakannya. tetapi ingatlah kebaikannya.

Hattim dan Kuda kesayangannya

Kedermawannan seorang Hattim ( disarikan dari kisah Thabiin)

Terpaksa

  Percakapan pencuri dan polisi