“Hattim dan Kuda kesayangannya”


Hiduplah seorang pemuda bernama Hattim Ath-Thayyi.Dia tinggal di perkampungan Badui,sebelum masa kenabian Muhammad Saw.Pekerjaan sehari harinya adalah mengembala domba. Hattim mempunyai seekor kuda yang sangat bagus. Tubuh kuda itu jangkung bulunya halus dan sehat. Hattim sangat menyayangi kudanya ini.Puluhan orang datang untuk membeli kudanya tersebut,Tapi Hatiim menolaknya. Dia tidak ingin menjualnya dengan harga berapapun.

Kabar tentang kuda Hattim sampai ke telinga raja Parsi. Raja Parsi sangat menyukai kuda,dia mengumpulkan kuda kuda terbaik dari berbagai daerah.Tentu saja setelah mendengar ada kuda sebaik kuda Hattim,sang raja sangat tertarik.  ‘Temuilah Hattim,belilah kudanya dengan harga berapapun,’ kata Raja pada pegawainya.

Pegawai raja mengikuti perintahnya,Dia  pergi kepedalaman Badui untuk mencari Hatiim,hari sudah gelap.Pegawai Raja itu dipersilahkan masuk dan disambut dengan ramah. "Alangkah senangnya aku kedatangan tamu,”sambut Hattim.

Orang Arab sangat senang menjamu tamu,Pantang pula bagi Hattim untuk tidak menjamu tamunya. Namun, karena hari sudah malam dan tidak ada makanan di rumahnya Hattim jadi kebingungan, Lalu dia teringat akan kudanya. Hattim kemudian menyembelih kuda itu dan memasaknya.

‘Silahkan dimakan.’ Hattim menghidangkan masakan dari daging kudanya. ‘Terima kasih,’ kata pegawai Raja. Hattim kemudian bertanya, ”Apa maksud Tuan mencariku?” Pegawai Raja lalu menceritakan maksud kedatangannya yaitu hendak membeli kuda kesayangan Hattim dengan harga berapa pun. Hattim tersenyum ”Tapi kuda itu sudah saya sembelih nah itu dagingnya yang tadi Tuan makan.”

Alangkah terkejutnya pegawai Raja. Dia pun kembali dan menceritakan semua yang terjadi. Raja ikut terkejut mendengarnya”Hattim sungguh orang yang dermawan,”puji Raja. “Berikan beberapa ekor kuda terbaik sebagai hadiah dariku untuknya,”kata Raja.

Dia lantas memberikan beberapa kuda berikut beberapa kantong uang kepada Hattim. Kedermawanan  Hattim tersebat ke seantero negeri. Sampai-sampai ada ungkapan “Seperti Hattim”sebagai julukan bagi orang yang dermawan.

Kisah islami ini memberikan teladan bahwa yang telah firmankan oleh Allah SWT itu benar, jika seseorang berbuat baik bukan hanya pahala di akhirat yang akan didapat tetapi di dunia pun akan diberikan dengan berlipat ganda.

BACA JUGA

Cinta Dalam Secangkir Kopi

Jam dinding menunjukan pukul 4 pagi. Safira segera beranjak dari tempat tidur. kamarnya masih gelap. Lamat-lamat dilihatnya Bagas masih terlelap dalam mimpi.

Aku Juga Cantik

Jam dinding menunjukan tep.at pukul 10.00. Kayla masih sibuk di depan cermin sambil meneliti setiap detail tampilan tubuhnya.

Pasir dan Batu

Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang, dan melupakannya. tetapi ingatlah kebaikannya.

Hattim dan Kuda kesayangannya

Kedermawannan seorang Hattim ( disarikan dari kisah Thabiin)

Terpaksa

  Percakapan pencuri dan polisi