“Mutiara Dhuha - Belajar Ilmu Zuhud Dari Mbah Kyai Jalil.”


 

"Mbah Yai, apa yang dimaksud dengan zuhud dalam kitab Ihya` Ulumuddin ?"

 "Kamu belum paham ya?"

 "Belum, Mbah."

 "Sana, isi bak mandinya sampe penuh dulu...!"

 "Baik, Mbah..."

 

Lalu si santri bergegas mengisi dua bak mandi yg besar-besar. Dia menimba air dari sumur

 

"Sampun Mbah. Sudah selesai, Mbah...!"

"Capek nggak kamu?"

"Enjih, capek, Mbah."

"Ya sudah, sekarang kamu mandi dulu.  Habis itu ke rumahku ya..."

"Njih, Mbah." 

 

Setelah mandi si santri sowan ke rumah Mbah Kyai Jalil

 

"Sudah rampung mandinya?"

"Sudah, Mbah."

"Airnya kamu habiskan?"

"Ya mboten, Mbah. Secukupnya aja."

 

"Itulah zuhud. Cari harta sebanyak-banyaknya tapi dipakai secukupnya. Sisanya biar dimanfaatkan orang lain."

___________________________________________________

 

Inilah yang disebut ilmu lelampahan, langsung praktek. Dan kyai kita dahulu banyak yang ahli mengajarkan semacam ini. Imam Al Ghazali berkata di dalam mukadimah kitab Ihya` yang artinya,

 

"Zuhud bukan berarti tidak punya harta. Zuhud adalah kosongnya hati dari (cinta berlebihan) kepada harta. Sungguh Nabi Sulaiman alaihi salam termasuk orang yang Zuhud di dalamnya kerajaannya"

 

Bagi kita mungkin secara teoritis terlihat mudah. Namun dalam kenyataannya, ikan pindang yang akan kita makan lalu diembat sama kucing, ngejarnya sampai ke luar rumah...

 

Ilmu dari Gus Tajul Mafakhir, Putra Kyai Utsman Al Ishaqi.

BACA JUGA

Cinta Dalam Secangkir Kopi

Jam dinding menunjukan pukul 4 pagi. Safira segera beranjak dari tempat tidur. kamarnya masih gelap. Lamat-lamat dilihatnya Bagas masih terlelap dalam mimpi.

Aku Juga Cantik

Jam dinding menunjukan tep.at pukul 10.00. Kayla masih sibuk di depan cermin sambil meneliti setiap detail tampilan tubuhnya.

Pasir dan Batu

Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang, dan melupakannya. tetapi ingatlah kebaikannya.

Hattim dan Kuda kesayangannya

Kedermawannan seorang Hattim ( disarikan dari kisah Thabiin)

Terpaksa

  Percakapan pencuri dan polisi