“Daftar Kematian”


Kematian demi kematian menghampiri teman-teman sekolahku, berurutan dari rumah andi di blok A, rumah Silvi di blok B, dan rumah Bobby di blok C. Demi menyelamatkan diri aku memutuskan untuk tinggal di rumah Rudi di Blok E.

Sesampainya disana, Rudi tampak ceria sekali, sepertinya dia senang karena hari ini dia tidak lagi sendirian setelah kematian beberapa anggota keluarganya dan teman kami.

"Kejadian ini sangat aneh Rud, banyak yang bilang perumahan ini terkutuk!" Kataku saat makan malam berdua dirumahnya. Sambil mengaduk segelas susu, Rudy menjawab "Jangan kuatir, pembunuh itu akan berhenti setelah ini", "Kok bisa Rud" sahutku lugas sambil merasakan ngantuk setelah meminum susu yang dibuatkan rudi tadi. Dengan mata tajam dan senyum tipis, Rudy menjawab "Karena kamu tinggal di Blok D di dalam daftarku".

BACA JUGA

Cinta Dalam Secangkir Kopi

Jam dinding menunjukan pukul 4 pagi. Safira segera beranjak dari tempat tidur. kamarnya masih gelap. Lamat-lamat dilihatnya Bagas masih terlelap dalam mimpi.

Aku Juga Cantik

Jam dinding menunjukan tep.at pukul 10.00. Kayla masih sibuk di depan cermin sambil meneliti setiap detail tampilan tubuhnya.

Pasir dan Batu

Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang, dan melupakannya. tetapi ingatlah kebaikannya.

Hattim dan Kuda kesayangannya

Kedermawannan seorang Hattim ( disarikan dari kisah Thabiin)

Terpaksa

  Percakapan pencuri dan polisi